• BMH

  • Daftar Halaman

  • Tulisanku

  • Arsip-arsipku

  • Facebook

  • Iklan – Adsense




  • Pos-pos Terbaru

  • Tulisan Teratas

  • Blog Stats

    • 130,771 hits
  • Foto-foto Flickr

    Lebih Banyak Foto

Penjelajahan yang tak terduga (Balige yang indah)

Penjelajahan yang tak terduga (Balige yang indah)

Untuk Melihat Semua photo Klik – ALBUM PHOTO

Pada tanggal 19 September 2009 kami (sebagian PS Agape & PP GKPI Simorangkir) merencanakan jalan-jalan ke Balige sekaligus berkunjung ke rumah salah seorang teman laki-laki yang bernama Rafli Sibarani (Mahasiswa STAKPN Tarutung, jurusan PAK yang sedang PPL di SMK Neg. 1 Siatas Barita).

Titik kumpul di GKPI Simorangkir (Kec. Siatas Barita, Kab. Tapanuli Utara), dan saya sendiri dijemput di Kota Tarutung.

Sekitar pukul 14.38 WIB (Minggu, 20 September 2008) kami berangkat (di Silangkitang kami menjemput Nelly Ernita Sihombing teman sekampus Rafli). Tiba di Balige sekitar 16.20 WIB.

Di balige kami singgah dulu di Desa Silimbat (kami dipandu Rafli setelah bertemu di simpang jalan antara Silimbat-Balige Kota), kegiatan yang dilakukan : berenang atau mandi, berphoto ria dan bersendau-garau. Terbersit dalam benak saya bahwa Danau Toba memang indah dan merupakan salah ciptaan Tuhan yang ajaib.

Kemudian, kami ke rumah Rafli di desa Galagala, Kec. Balige, dan tidak aku sadari bahwa kami akan menginap di rumahnya, sebab dalam benakku bahwa hari itu juga akan pulang (andai kutahu bahwa kami akan menginap di sana aku akan membawa perlengkapan-perlengkapan dalam perjalanan tersebut). Kami disambut dengan ramah oleh kedua orang tua Rafli).

Sebelum makan malam dimulai, para wanita langsung bekerjasama memasak untuk makan malam, dipandu oleh orang tua Rafli.

Makan malam pun tiba, dan kami segera menuju ruang makan. Ternyata makanan yang disajikan adalah salah satu makanan khas Batak Toba yakni : Dengke Mas Na Ni Ura. Makanan lainnya adalah daun lalap, ikan mujahir, Pote (Pete), dan lain-lain. Makan bersama pun dimulai yang sebelumnya dibuka dengan doa makan oleh Air Lines Simorangkir (Nama yang unik…red.).

Makan pun selesai, teman-teman pun mengambil kegiatan masing-masing. Beberapa orang menonton televisi, ada yang bernyanyi bersama, ada yang bercerita, dan lain-lain, sampai akhirnya kelelahan dan tidur sekitar Pukul 01.32 WIB.

Di pagi hari yang cerah, para wanita kembali memasak untuk sarapan pagi. Dan makan pagi pun dimulai dan dibuka dengan doa oleh Hendrik Sibuea (Ketua Agape GKPI Simorangkir). Dan Seidikit para wanita oergi sebentar mencari buah Harimonting (ups…, aku tidak tahu bahasa Indonesianya…Red.)

Setelah makan, Rafli dan teman yang lainya berencana jalan-jalan ke Air Terjun Sampuran Balige. Semua teman setuju, dan mereka berbenah diri, tidak lupa dengan tata rias dan style masing-masing. Dan tak diduga ternyata tempat yang dikunjugi itu sangat sulit untuk ditempuh, kendaraan roda dua atau pun roda 4 tidak dapat menjangkau tempat tersebut. Kenapa? Karena jalan yang kami lalui bukanlah jalan yang biasa kami jalani. Kadang kami berjalan di jalan setapak, mendaki, memanjat tebing, berjalan di parit, berjalan melewati batu-batu besar di sungai hanya untuk menelusuri jalan menuju air terjun tersebut. (wah luntur deh make up para cewe-cewe, hehehe…Mereka kira itu tempat yang mudah dijangkau…Red.)

Waktu tak terasa berjalan dengan cepat, para penjelajah akhirnya kelelahan dan istirahat sejenak, namun karena tempat masih jauh kami melanjutkan penjelajahan kami tersebut. Demi kelancaran perjalanan para pria siap membantu para wanita agar tidak celaka, dan juga para pria saling membantu. Inilah kebersamaan yang indah (dan sama sekali tidak ada di situ yang pacaran).

Akhirnya kami tiba di air terjun sampuran. Wah, indah sekali tempat tersebut. Ternyata air terjunnya bertingkat-tingkat. Kami pun naik untuk melihat tingkat teratas. Dan di situlah kami makan siang bersama, piring yang kami gunakan adalah daun (saya lupa nama daunnya… Red.)

Setalah puas melihat dan menikmati keindahan alam, kami pun kembali pulang ke tempat Rafli. Tidak ada perbedaan, pulang pun tetapi sangat sulit untuk dilalui. Namun karena ingin cepat sampai maka dengan penuh semangat kami tetap melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya.

Akhirnya kami pun sampai dengan penuh kelelahan, dan masing-masing segera membersihkan diri, dan mandi pun antri (macam anak kos aja, hahaha… Red.).

Setelah semuanya selesai berbenah diri kami pun mohon pamit pulang ke Rura Silindung. Namun, kepulangan kami tidak dihadiri oleh orang tua Rafli karena mereka sedang menghadiri acara pesta adat di daerah tersebut. Kendati demikian Rafli yang harus mempersilahkan kami pulang. Namun sebelum pulang kami terlebih dahulu berdoa yang dipimpin oleh Ketua PS. Agape. Setelah itu, kami mohon pamit dan menyalam Rafli. Akhir kami berangkat, dan sebelumnya kami singgah di Pasar Balige (sambil makan belanja, dan makan mie gomak dan mie goreng).

Kami pun beranjak meninggalkan tempat tersebut menuju silindung. Dan di siborongborong singgah sebentar untuk membeli Ombus-ombus Siahaan No.1 untuk dijadikan oleh-oleh ke rumah, dan sebagian untuk dimakan bersama. Di Silangkitang Kec. Sipoholon, Nelly pun mohon pamit untuk diturunkan.

Sekitar 08.19 WIB kami pun tiba di Tarutung, dan saya langsung di antar langsung ke rumah. Dan mereka pun kembali ke Simorangkir….!

Sekian

___________________________________________________

Kesan-kesan :
1. sangat terkesan sekali bagi saya melihat teman kami para wanita, dan juga kami sendiri ketika kami mau berangkat ke air terjun Sampuran. Sebelum berangkat kami semua, apalagi para wanita tidak lupa menggunakan tata riasnya. Namun setelah pulang dari sana tidak lagi seperti waktu pertama berangkat;

2. Ada dua wanita sangat narsis banget untuk berphoto ria (namanya Ruth dan Rida, dan selalu berphoto bersama saya. Perhatikan, saja kebanyakan gambar-gambar yang diambil adalah diri mereka sendiri (yah…namanya juga wanita cantik yang suka photo);

3. Selama perjalanan para wanita tetap selalu menyempatkan diri untuk mengambil buah harimonting;

4. Aku mersakan kebersamaan yang sangat indah…..!

Pesan -pesan :
1. Kiranya pemerintah setempat dapat mengembangkan wisata di daerah tersebut dengan membangun sarana, prasarana jalan sebab lokasi tempat tersebut sangat indah dan kemungkinan besar akan dikunjungi oleh para toris domestik dan manca negara;

2. Buah harimonting itu sudah waktunya diteliti, dan dianalisa apakah bisa dibudidayakan;

3. Kirannya kebersamaan tidaklah hanya dalam perjalanan saja, namun di semua kegiatan.

Teman-teman yang ikut dalam perjalanan :
1. B. Marada Hutagalung (saya sendiri/pelatih koor Agape GKPI Smorangkir);
2. Hendrik Sibuea (Ketua Agape GKPI Smorangkir);
3. Air Lines Simorangkir (anggota Agape GKPI Smorangkir);
4. Nortir Simorangkir (anggota Agape GKPI Smorangkir);
5. Arifin Samosir (anggota Agape GKPI Smorangkir);
6. Timbul Marvel Simorangkir (anggota Agape GKPI Smorangkir);
7. Lerty Simorangkir (bendahara merangkap anggota Agape GKPI Smorangkir);
8. Tika Hutabarat (anggota Agape GKPI Smorangkir);
9. boru Sihombing (anggota Agape GKPI Smorangkir);
10. Raya Pasaribu (anggota Agape GKPI Smorangkir);
11. Ria Sipahutar (anggota Agape GKPI Smorangkir);
12. Ruth Simorangkir (anggota PP GKPI Smorangkir);
13. Rida Simorangkir (anggota Agape GKPI Smorangkir/Mahasiswi jurusan PAK – STAKPN Tarutung);
14. Rafli Sibarani (Mahasiswa jurusan PAK – STAKPN Tarutung);
15. Nelly Ernita Sihombing (Mahasiswi jurusan PAK – STAKPN Tarutung);
16. Rocky Tarihoran (GKPI Hutagalung);
17. Siswa SMK Neg. 1 Siatas Barita
18. Tota Simorangkir (anggota Agape GKPI Smorangkir).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s