• BMH

  • Daftar Halaman

  • Tulisanku

  • Arsip-arsipku

  • Facebook

  • Iklan – Adsense




  • Pos-pos Terbaru

  • Tulisan Teratas

  • Blog Stats

    • 130,771 hits
  • Foto-foto Flickr

    Lebih Banyak Foto

Bahan Ajaran PAK-3 Remaja : “PACARAN MENURUT IMAN KRISTIANI”

PACARAN MENURUT IMAN KRISTIANI

Pacaran merupakan masa perkenalan antara dua pribadi secara khusus yang mengarah pada pernikahan. Disebut secara khusus oleh karena berpacaran bukan hanya sekedar perkenalan. Ada unsur-unsur tertentu yang seharusnya diak ada dalam masa perkenalan secara umumnya yang harus ada pada masa berpacaran. Dua pribadi yang berlawanan jenis kelamin itu mengambil sikap untuk mengkhususkan hubungan antara mereka berdua. Meningkatkan hubungan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu pernikahan. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita melihat dan mengetahui apa yang dimaksud dengan berpacaran.

PENGERTIAN BERPACARAN

1. Pengertian Secara Umum

Dalam Kamus Besar Bahsa Indonesia, kata berpacaran berasal dari kata dasar pacar (teman lawan jenis yang biasanya menjadi tunangan, kekasih). Berpacaran berarti bercintaan, berkasih-kasihan. Berpacaran merupakan hubungan dua orang yang berbeda jenis kelamin berdasarkan cinta. Berpacaran memiliki ciri khas yaitu perasaan yang eksklusif (ada perasaan : “Dia khusus bagi saya dan saya khusus bagi dia). Perhatian terhadap orang lain tidak sama dengan perhatian terhadap pacar.

Menurut Hardjana, “Pacaran adalah usaha untuk memadukan dua pribadi yang berbeda yang bertujuan agar pasangan pacara mendapatkan kesempatan untuk saling mengenal lebih mendalam dan saling membina kecocokan yang kemudian dilanjutkan ke jenjang yang didasarkan pada cinta.”

Dari hal di atas maka dapat dipahami bahwa secara umum pengertian berpacaran adalah suatu usaha memadukan dua “hati” untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan yang didasarkan pada cinta-kasih.

2. Pengertian Menurut Iman Kristen

Konsep kehidupan orang Kristen berbeda dengan orang-orang lain. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan dalam anugerah untuk mengambil bagian dalam rencana karya penyelamatan Allah dalam tuhan Yesus Kristus. Kehidupan yang bertujuan untuk mengerjakan pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan Allah sebelum dunia diajadikan (Efesus 2:10). Oleh karena itu, bagi orang Kristen bahwa pergaulan, pacaran, dan pernikahan tidak lain dari proses kematangan hidup untuk semakin dipersiapkan, memikul dan mengerjakan pekerjaan baik yang sudah disiapkan Allah.

Dalam Kekristenan pacaran disebutkan sebagai suatu masa perkenalan antara dua pribadi yang menjadi satu kesatuan tubuh dalam kasih dan iman yang sungguh kepada Allah (bnd Kej 2:24; 1 Kor 7:1-16). Pacaran bukanlah sekedar perkenalan saja, melainkan suatu hubungan yang mengikat dua pribadi menjadi satu keutuhan yang menuju kepada pernikahan kudus (bnd Mat 19:6a).

Setiap orang akan selalu berusaha mencari orang yang terbaik untuk dijadikan pacar. Seorang laki-laki hendaklah mencari pacar seorang wanita, dan sebaliknya hendaklah seorang wanita mencari pacar seorang pria. Namun yang menjadi pertanyaan : “Apa yang membuat dua jenis manusia itu saling tertarik satu sama lain? Manusia adalah makhluk jasmani dan rohani. Awal ketertarikan dapat dimulai dari segi jasmani atau rohani dan perlu diketahui sulit sekali menetapkan usia berapa tahun dapat berpacaran. Seorang pria dapat tertarik kepada seorang wanita karena kecantikan, kesabaran, kelemahlembutan atau kegigihannya. Dengan berpacaran dua individu berusaha saling mengasihi dan mencintai untuk kemudian dipersatukan sekalipun memiliki rentan usia yang jauh. Baik tua maupun muda tidak lepas dari usa cinta-mencintai.”

Dalam berpacaran ada beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu :

Tahap Perkenalan : suatu tahapan di mana dua pribadi berusaha untuk saling mengenal satu sama lain. Bagi pria dan wanita yang sudah saling kenal sebelumnya, proses saling mengenal itu lebih cepat.

Tahap Penjajakan : pria dan wanita saling berusaha untuk mengenali kebiasaan, dan sifat-sifat. Dari situ mereka dapat saling mengetahui apa mereka beruda saling tertarik dan mau saling berhubungan lebih dekat.

Tahap Pendekatan : kedua individu berusaha untuk saling menerima satu sama lain, yang akhirnya menampakan ada rasa ingin lebih dekat lagi.

Tahap Kesepakatan : hubungan kedua individu yang berlainan tersebut bukan lagi sekedar kenal, bukan lagi sekedar bersahabat, melainkan melangkah dalam kesepakatan untuk menikah.

Akan tetapi dalam hubungan berpacaran, seringkali anak-anak remaja jatuh ke dalam dosa seks. Dengan kata lain melakukan seks di luar nika. Berbuat seoalh-olah sudah suami istri, atau menganggap “dunia ini milik kita berdua” dan kurang memperhatikan teman-teman lain yang ada di sekitarnya. Selain itu dalam berpacaran sering juga terhalang karena faktor orang tua tidak setuju, misalnya karena perbedaan suku/budaya, adanya perbedaan pendidikan. Oleh karena itu dalam berpacaran perlu adanya keterbukaan dan pengenalaan yang lebih mendalam lagi mengenai latar belakang seseorang yang akan dijadikan pacar. Selain itu terdapat juga masalah-masalah yang lebih khusus lagi, misalnya cemburu. Hal itu boleh saja terjadi untuk menandakan ada rasa cinta. Tetapi jika berlebihan akan mengakibatkan hal yang sangat fatal. Saling menerima satu sama lain, bukan yang didasarkan pada nafsu (cinta erotis) melainkan didasarkan pada kasih Ilahi.

9 Tanggapan

  1. pada kenyataannyasekarang pacaran remaja kristen sekarang sudah banyak yg melampaui batas .

    • ya betul sekali…!

  2. bagaimana mencari pasangan yang Tuhan kehendaki bagi kita yang terbaik….

  3. shallom,,,
    bagi kami yang berpacaran, berpegangan tangan dosa tidak ya?
    dan saat akan berpisah kadang bersalaman lalu cium tangan, bagaimana pendapat saudara?

    • Itu tidak masalah!

  4. terus gmn donk dgn ciuman, meraba2 dsb?? trs kalo misalnya kita cipika-cipiki, ato si co pny kebiasaan megang2 dada gt dosa gk?? walaupun enggak dilakukan dgn hawa nafsu, tp krn kebiasaan aja???

    • kl sudah dilakukan seperti ya tetap dosa juga sebab hal spt itu hanya bisa dilakukan oleh sepasan suami-istri yang sudah resmi…..!!!! mencium boleh saja tetapi ada batas…..! ingat kebiasaan ada dua sisi, negatif dan poistif. kl udah kebiasaan melakukan sisi negatif maka akan semakin meningkat. sebab tidak semua kebiasaan itu dibenarkan dalam ajaran Kristen. dan itu tidak akan terjadi kl bukan karena nafsu. Jika memang sang kekasih benar2 cinta dia tidak akan melalukannya. apa km mau meningkatkan kebiasaan buruk? berhati-hatilah sebelum terlambat, dan jangan marahi dia, tetapi nasihatilah baik2…! Syalom…!!!!

  5. kalau dlm iman kristiani, pacaran memang dianjurkan ya?

    • memang di dalam dijelaskan secara langsung pacaran dianjurkan atau tidak. Namun secara tersirat itu ada yakni mengenal lawan jenis sebelum menikah. Kalau pun dibuat pacaran menurut iman Kristen dipublikasikan adalah agar orang yang belum menikah tidak melakukan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah, karen tertulis di Alkitab secara langsung bahwa hanya orang menikahlah yang bisa bersetubuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s